Mobil Kok Berbunyi Saat Berbelok

MOBIL BELOK.jpg
MOBIL BELOK.jpg

press to zoom
MOBIL BELOK.jpg
MOBIL BELOK.jpg

press to zoom
1/1

Posted on

17 Mei 2021

Bunyi yang terjadi di kaki-kaki atau suspensi mobil Anda, tak boleh dibiarkan. Sebab, itu bisa menjadi gejala awal atas kerusakan yang terjadi pada komponen kaki-kaki atau suspensinya.

Sebelum terlambat, sebaiknya segera melakukan pengecekan ke bengkel. Bunyi-bunyian yang umumnya terjadi pada suspensi mobil, agar lebih mudah untuk didiagnosa di bengkel.


CV Joint

Kerusakan pada komponen Constant Velocity Joint (CV joint) akan menimbulkan bunyi seperti “tek..tek..tek..”, dan akan selalu berbunyi saat mobil belok.

CV joint juga biasa disebut as kopel atau kopel as bagian luar (outher shaft). Komponen ini biasa digunakan untuk mobil berpenggerak roda depan yang berfungsi meneruskan putaran ke roda penggerak.

Masalah ini diawali pada karet pelindung CV joint yang rusak atau akibat pemakaian dan usia.

Karet yang melindungi CV joint ketika sobek, membuat pelumasnya keluar dan mudah dihinggapi kotoran. Sehingga, CV joint makin lama makin aus karena air dan kotoran.


Link Stabilizer

Gejala yang sering terjadi pada kerusakan di bagian batang link stabilizer, umumnya didahului dengan bunyi “gluduk..gluduk..” saat setir diputar atau belok. Akibatnya, akan mengganggu kenyamanan saat berkendara.

Bunyi yang ditimbulkan tersebut disebabkan karet support pada link stabilizer yang sudah aus atau pecah. Kalau sudah parah, bunyinya semakin keras dan handling mobil akan terganggu.


Rack Steer

Kerusakan pada rack steer umumnya terjadi akibat umur pakai, kondisi jalan atau perilaku mengemudi yang agresif.

Biasanya kerusakan yang terjadi bermula dari robeknya karet boot roda, lalu masuk kotoran dari luar akan menempel pada bagian gigi penghubung yang sudah dilumasi dengan gemuk atau grease.

Sehingga, putaran gigi penghubung jadi berat dan berpotensi merusak gigi rack dan pinion-nya. Khusus yang menggunakan sistem electric power steering (EPS), jika pergerakan gigi sudah aus akan mengakibatkan pembacaan sensor gerak menjadi ngawur.

Jika didiamkan, lama kelamaan akan merembet ke peranti lain seperti sensor EPS-nya.

Indikasi awal, biasanya setir jadi loss atau dapat berputar tetapi berat karena tidak mampu meng-assist.


Tie-rod & long tie-rod

Sebagai penghubung antara kemudi dengan roda, tie rod memiliki beban kerja yang cukup besar. Seiring pemakaian, komponen ini tentunya akan mengalami kerusakan. Ketika rusak, tie rod akan menimbulkan banyak gejala.

Seperti putaran setir akan terasa oblak dan melayang dan ada bunyi ‘klek’ saat roda dibelokkan.

Goyang-goyangkan agak kuat ke depan dan belakang, lalu cermati gejala yang muncul. Saat tie rod atau long tie rod rusak, akan muncul gejala roda yang oblak.